Longsor Lereng Gunung Burangrang di Cisarua Bandung Barat: 10 Meninggal, 82 Hilang, 400 Warga Mengungsi

Longsor Lereng Gunung Burangrang di Cisarua Bandung Barat: 10 Meninggal, 82 Hilang, 400 Warga Mengungsi

Longsor Lereng Gunung Burangrang di Cisarua Bandung Barat
Longsor Lereng Gunung Burangrang di Cisarua Bandung Barat

Longsor Lereng Gunung Burangrang di Cisarua Bandung Barat — Bencana tanah longsor menerjang lereng Gunung Burangrang, tepatnya di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24 Januari 2026) dini hari. Peristiwa ini diduga dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

BPBD Jawa Barat mencatat sedikitnya 30 unit rumah terdampak dengan 1 rumah rusak berat. Dalam kejadian ini, dilaporkan 10 orang meninggal dunia dan petugas gabungan masih melakukan pencarian terhadap 82 warga yang dinyatakan hilang.

Data Dampak Longsor: Rumah Tertimbun, Korban Jiwa, dan Warga Hilang

Berdasarkan laporan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, dampak longsor di Cisarua mencakup:

  • 30 rumah terdampak
  • 1 rumah rusak berat
  • 10 orang meninggal dunia
  • 82 orang masih dalam pencarian

Angka-angka ini masih dapat berubah seiring pembaruan hasil pencarian dan pendataan di lapangan.

Sekitar 400 Warga Dievakuasi ke Pengungsian

BPBD melaporkan sekitar 400 warga telah dievakuasi ke tempat pengungsian. Tim gabungan bergerak untuk memastikan warga berada di lokasi aman, terutama karena kondisi cuaca masih berpotensi berubah cepat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar, Bambang Imanudin, menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan titik-titik evakuasi dan pos penanganan korban.

“Untuk penanganan korban, kami sudah menyiapkan sejumlah pos, mulai dari pos utama hingga pos lapangan. Pos lapangan berada di bawah, termasuk di posko Basarnas,” ujar Bambang, Sabtu (24/1).

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat disebut telah mulai menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas selama masa tanggap darurat.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) Turun Langsung ke Lokasi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (sering disebut KDM), datang langsung ke lokasi longsor pada Sabtu (24/1) siang. Ia tampak menyusuri area longsor dan ikut membantu proses evakuasi bersama petugas gabungan.

“Saya tadi ikut mengevakuasi satu jenazah yang mengambilnya menghabiskan waktu hampir empat jam tapi bisa terangkat,” kata KDM kepada wartawan.

KDM juga menyampaikan bahwa dalam proses yang berlangsung saat itu, ada beberapa korban yang berhasil ditemukan dan dievakuasi.

Korban Selamat Akan Dipindahkan, Disiapkan Bantuan Kontrakan

Setelah meninjau lokasi dan bertemu warga, KDM menyampaikan rencana agar korban selamat tidak berlama-lama mengungsi di sekitar titik bencana. Pemprov Jabar menyiapkan bantuan untuk membantu keluarga terdampak mencari tempat tinggal sementara.

“Saya sudah mengambil keputusan untuk tidak berkumpul di sini. Tapi menyiapkan per keluarga Rp 10 juta untuk cari tempat kontrakan dan bekal hidup untuk dua bulan dulu,” ujarnya.

 

Baca Juga : Profil Tina Talisa: Komisaris Pertamina Patra Niaga, Jejak Karier dari Dokter Gigi hingga Pejabat Publik

 

Ia juga menegaskan, area terdampak akan masuk rencana penataan ulang demi keselamatan warga.

“Direlokasi, enggak boleh lagi ada bangunan rumah di sana,” tegas KDM.

Arahan Presiden Prabowo: Pencarian Dipercepat, Penanganan Pascabencana Harus Cepat

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menyampaikan arahan dari Presiden Prabowo Subianto agar pencarian korban yang masih hilang dilakukan secepatnya, sekaligus memastikan penanganan pascabencana berjalan cepat dan terkoordinasi.

“Arahan Pak Presiden untuk segera turun ke lokasi, memastikan koordinasi cepat penanganan pascabencana, sembari memperhatikan warga-warga yang belum ditemukan agar segera cepat dilakukan operasi pencarian,” kata Bima Arya saat mengunjungi posko pengungsian, Sabtu (24/1).

Bima juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan karena kondisi cuaca masih perlu dipantau ketat.

Modifikasi Cuaca Disiapkan untuk Mendukung Proses Pencarian

Untuk membantu kelancaran operasi pencarian dan evakuasi, Bima Arya menyampaikan bahwa modifikasi cuaca akan dilakukan agar kondisi di sekitar titik longsor lebih kondusif.

“Saat ini kami mendapatkan laporan dari Pak Gubernur bahwa modifikasi cuaca akan dilakukan,” ujarnya.

Modifikasi cuaca ini direncanakan difokuskan di kawasan Cisarua, khususnya di area terdampak longsor, agar proses pencarian bisa berjalan lebih optimal.

Hunian Sementara 2 Bulan untuk Warga Terdampak

Bima Arya menambahkan, warga terdampak akan mendapat dukungan hunian sementara selama masa transisi sekitar dua bulan, sambil pemerintah daerah menyiapkan langkah lanjutan.

“Mereka akan sesegera mungkin mencari hunian sementara itu selama dua bulan, sebelum nanti diambil langkah-langkah selanjutnya,” ujarnya.

Pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar seperti logistik dan layanan kesehatan tetap tersedia, terutama jika masih ada warga yang harus bertahan di pengungsian karena belum mendapat tempat tinggal sementara.

Imbauan untuk Warga: Utamakan Keselamatan dan Ikuti Arahan Petugas

Di tengah proses pencarian yang masih berjalan, masyarakat diimbau untuk:

  • Menghindari area rawan longsor dan jalur yang berisiko
  • Mengikuti arahan petugas gabungan di lapangan
  • Memantau perkembangan cuaca dan informasi resmi dari BPBD/Basarnas/pemerintah daerah
  • Segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan

Operasi pencarian dan penanganan darurat masih berlangsung, dengan prioritas utama pada keselamatan warga dan percepatan evakuasi korban.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top