Profil Tina Talisa: Komisaris Pertamina Patra Niaga, Jejak Karier dari Dokter Gigi hingga Pejabat Publik

Profil Tina Talisa – Tina Talisa resmi ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina Patra Niaga pada 10 Juli 2025. Pengangkatan ini merupakan tindak lanjut hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 4 Juli 2025, seiring perombakan susunan direksi dan komisaris anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut.
Sebelum masuk ke jajaran komisaris, Tina dikenal publik sebagai figur media: mantan presenter berita dan pembawa program talkshow. Di jalur pemerintahan, ia juga sempat menjabat Staf Khusus Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kombinasi pengalaman komunikasi publik, birokrasi, dan manajemen menjadi “modal” yang relevan untuk peran pengawasan di perusahaan strategis sektor energi.
Fakta Cepat Tina Talisa
- Nama: Tina Talisa
- Tempat, tanggal lahir: Bandung, 24 Desember 1979
- Pendidikan: Kedokteran Gigi (Universitas Padjadjaran, 2001); Magister Ilmu Komunikasi (Universitas Padjadjaran, 2011)
- Posisi terkini: Komisaris PT Pertamina Patra Niaga (per Juli 2025)
- Latar belakang: Media/jurnalistik, komunikasi publik, staf khusus di pemerintahan
- Akun Instagram: @t_talisa
PT Pertamina Patra Niaga Itu Apa?
PT Pertamina Patra Niaga adalah anak usaha Pertamina yang bergerak di sektor niaga dan distribusi energi. Perannya dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat: rantai pasok, layanan, dan distribusi produk energi ke berbagai kanal, termasuk jaringan ritel dan pelanggan industri. Karena itu, posisi komisaris di perusahaan ini bukan sekadar jabatan “pajangan”, melainkan bagian dari fungsi pengawasan tata kelola, kepatuhan, dan arah strategis perusahaan.
Latar Pendidikan: Dari Klinik ke Panggung Komunikasi
Tina Talisa lahir di Bandung dan menempuh pendidikan Kedokteran Gigi di Universitas Padjadjaran, lulus pada 2001. Ia sempat berpraktik sebagai dokter gigi. Menariknya, kariernya kemudian bergeser ke jalur yang sangat berbeda: komunikasi dan media.
Pada 2011, ia meraih gelar Magister Ilmu Komunikasi dari kampus yang sama. Kombinasi pendidikan kesehatan dan komunikasi ini cukup unik, karena membentuk dua kekuatan utama: cara berpikir yang sistematis dan kemampuan menyampaikan pesan secara jelas ke publik.
Jejak Karier di Media: Radio Lokal hingga TV Nasional
Nama Tina Talisa lama melekat di industri media. Kariernya disebut bermula dari radio lokal di Bandung, seperti Paramuda dan Mustika FM, sebelum merambah ke televisi nasional.
Di dunia televisi, ia pernah tampil di sejumlah stasiun besar, termasuk Trans TV, tvOne, Indosiar, hingga NET. Ia juga sempat mengemban peran manajerial di Indosiar pada periode 2011–2014, yang menandakan pengalamannya tidak hanya sebagai “talent”, tetapi juga pernah berada di sisi pengelolaan.
Baca Juga : Longsor Lereng Gunung Burangrang di Cisarua Bandung Barat: 10 Meninggal, 82 Hilang, 400 Warga Mengungsi
Kiprahnya makin dikenal lewat program talkshow politik dan debat publik. Dalam catatan kariernya, Tina pernah meraih Panasonic Gobel Awards 2012 sebagai Presenter Talkshow Berita dan Informasi Favorit, sebuah pengakuan atas kompetensi komunikasi dan kredibilitas di layar.
Masuk Pemerintahan: Staf Khusus dan Juru Bicara
Setelah berkarier panjang di media, Tina memperluas peran ke ruang pemerintahan. Ia memiliki rekam jejak sebagai Staf Khusus di Kementerian Investasi dan berperan pula sebagai juru bicara dalam rentang 2020–2024.
Berikutnya, ia dipercaya menjadi Staf Khusus Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk periode 2024–2029. Dalam peran ini, isu yang kerap dikaitkan dengan tugasnya antara lain UMKM, digitalisasi, stunting, serta isu ekonomi dan keuangan syariah.
Dari sudut pandang tata kelola, pengalaman sebagai staf khusus biasanya menuntut tiga hal: kemampuan menyusun narasi kebijakan, koordinasi lintas pihak, dan disiplin administrasi. Ini relevan untuk jabatan komisaris, yang pada intinya mengawasi arah, kepatuhan, dan integritas organisasi.
Diangkat Jadi Komisaris Pertamina Patra Niaga: Apa Maknanya?
Pengangkatan Tina Talisa sebagai komisaris merupakan bagian dari perombakan struktur yang diputuskan pemegang saham melalui RUPS. Perubahan seperti ini lazim dilakukan untuk penyegaran organisasi, penyesuaian strategi, dan penguatan tata kelola.
Di jajaran komisaris baru, disebut juga ada nama lain seperti Ferry Joko Juliantono (Wakil Menteri Koperasi sekaligus politisi Partai Gerindra). Masuknya beberapa figur dengan latar pemerintahan dan kebijakan biasanya dibaca sebagai upaya memperkuat koordinasi, tata kelola, serta komunikasi kebijakan di sektor energi yang sangat sensitif secara publik.
Catatan penting: peran komisaris bukan menjalankan operasional harian. Fokusnya adalah fungsi pengawasan dan memastikan direksi bekerja sesuai mandat, target, serta prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Kekuatan Utama Tina Talisa (Dilihat dari Kacamata Profesional)
- Komunikasi publik: terbiasa menghadapi pertanyaan kritis, mengelola pesan, dan membangun kepercayaan publik.
- Manajemen dan kepemimpinan: pernah memegang peran manajerial, bukan hanya tampil di depan kamera.
- Pengalaman birokrasi: memahami ritme pemerintahan dan koordinasi lintas lembaga.
- Jejak kredibilitas: pengalaman panjang di media dan peran strategis sebagai staf khusus membuat profilnya mudah diverifikasi oleh publik.
Yang Perlu Dipantau ke Depan
Kalau ingin menilai dampak pengangkatan komisaris secara objektif, indikatornya bukan “viral atau tidak”, tetapi hal-hal konkret seperti:
- penguatan tata kelola dan transparansi (GCG)
- konsistensi kualitas layanan dan distribusi energi
- manajemen risiko reputasi dan komunikasi krisis
- pengawasan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja perusahaan
Pada akhirnya, profil Tina Talisa menunjukkan pola karier yang jarang: dari kesehatan, media, masuk pemerintahan, lalu ke pengawasan korporasi energi. Apakah itu akan efektif? Jawabannya selalu sama: diukur dari hasil dan tata kelola, bukan dari biodata yang terlihat rapi di atas kertas.
