Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: “Saya Hanya Bertanggung Jawab ke Presiden Prabowo”

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa – Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan fokus kerjanya tetap berjalan dan ia hanya
bertanggung jawab kepada Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini muncul setelah
Imanuel Ebenezer (Noel) melontarkan klaim bahwa Purbaya akan “di-Noel-kan” karena dinilai mengusik
kepentingan pihak tertentu.
Latar Belakang: Klaim “Di-Noel-kan” dari Imanuel Ebenezer (Noel)
Noel, mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, menyebut dirinya mendapat “informasi A1” bahwa Menkeu Purbaya akan
“di-Noel-kan”. Istilah tersebut merujuk pada pengalaman hukum Noel yang ia klaim sarat rekayasa.
Noel juga menyinggung narasi adanya pihak-pihak yang disebutnya sebagai “bandit”, lalu mengibaratkan serangan balik
terhadap orang yang dianggap mengganggu “pesta” mereka.
Respons Purbaya: “Saya Nggak Peduli, Saya Tanggung Jawab ke Presiden”
Usai menghadiri agenda Sidang Terbuka Satgas Debottlenecking di Jakarta, Purbaya merespons isu tersebut
dengan nada santai. Ia menegaskan tidak terlalu memikirkan pernyataan Noel dan memilih fokus pada pekerjaannya.
Purbaya juga mengaku tidak memahami maksud klaim Noel. Namun ia menekankan satu hal yang menurutnya membedakan dirinya:
soal integritas dan urusan “uang di luar gaji”.
“Noel Kan Terima (Duit), Saya Enggak”
Dalam pernyataannya, Purbaya menegaskan ia tidak menerima uang di luar ketentuan resmi. Menurutnya, selama seorang
pejabat tidak menerima “titipan”, ruang geraknya tetap aman untuk menjalankan kebijakan, termasuk melakukan penertiban
internal seperti memindahkan atau mencopot pejabat jika dibutuhkan.
Reformasi Pajak dan Bea Cukai Tetap Jalan
Purbaya menepis anggapan bahwa langkah-langkah reformasi yang ia dorong mengganggu kepentingan kelompok tertentu sampai
memunculkan ancaman. Ia menegaskan agenda reformasi tetap berjalan dan ia tidak ingin terdistraksi oleh isu yang belum
jelas.
Baca Juga : Waspada Virus Nipah: Kemenkes Ingatkan Gejala, Cara Penularan, dan Tips Aman Konsumsi Buah
Konteks Noel: Kasus yang Menjerat dan Sorotan KPK
Dalam perkara yang menjerat Noel, ia didakwa terkait pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 dengan nilai total yang
disebut mencapai miliaran rupiah, termasuk dugaan penerimaan uang, gratifikasi, dan barang.
Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada prinsipnya menegaskan bahwa praktik korupsi yang
bersumber dari penyalahgunaan kewenangan masih menjadi tantangan besar dalam tata kelola pemerintahan.
Kesimpulan
Intinya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memilih tidak meladeni narasi “di-Noel-kan” dan menegaskan
akuntabilitasnya hanya kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menggarisbawahi prinsip sederhana:
selama tidak menerima uang di luar ketentuan, ia akan tetap punya ruang untuk bekerja dan menjalankan reformasi.
Ringkasnya:
- Purbaya menegaskan ia bertanggung jawab kepada Presiden Prabowo, bukan pada opini pihak lain.
- Ia menyebut tidak paham maksud klaim Noel, dan tidak ingin terdistraksi.
- Purbaya menekankan pembeda utamanya: tidak menerima uang di luar gaji resmi.
- Agenda reformasi pajak dan bea cukai disebut tetap berjalan.
