LCI Resmi Beroperasi di Cilegon: Bahlil Ungkap Proyek Sempat Mangkrak, Polri dan Kejaksaan Turun Tangan

LCI Resmi Beroperasi di Cilegon: Bahlil Ungkap Proyek Sempat Mangkrak, Polri dan Kejaksaan Turun Tangan

Kamis, 6 November 2025 • Redaksi Informasi Harian

LCI Resmi Beroperasi di Cilegon
LCI Resmi Beroperasi di Cilegon
Informasiharian.com – Pemerintah meresmikan pabrik petrokimia PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten, Kamis (6/11/2025). Dalam acara peresmian, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkap proyek naphtha cracker ini sempat mangkrak 5–6 tahun sebelum kembali berjalan berkat penanganan Satgas Investasi dan dukungan Polri serta Kejaksaan.

Poin Utama

  • Proyek kompleks naphtha cracker dimulai 2016, terhenti beberapa tahun, dilanjutkan kembali 2021.
  • Satgas Investasi dibentuk BKPM untuk menyelesaikan sengketa lahan dan hambatan proyek.
  • Peresmian dilakukan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari agenda hilirisasi dan penguatan basis industri kimia dasar.

Latar Belakang: Dari Mangkrak ke Rampung

Bahlil menjelaskan penyelesaian hambatan lahan dan administrasi menjadi kunci proyek kembali bergerak. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga dan penegakan hukum membuat kepastian investasi membaik. Ia juga mengenang fase negosiasi pemerintah Indonesia dan mitra Korea Selatan selama periode 2020–2021, termasuk tantangan operasional di tengah pandemi.

Proyek LINE: Skala, Nilai, dan Strategi Nasional

Fasilitas Lotte Chemical Indonesia New Ethylene (LINE) merupakan bagian dari kompleks petrokimia terintegrasi dan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan nilai investasi sekitar USD 3,9 miliar (sekitar Rp 62,4 triliun), LINE menjadi pabrik naphtha cracker pertama dalam 30 tahun terakhir di Indonesia. Kehadirannya diharapkan menekan ketergantungan impor bahan baku kimia dasar sekaligus memperluas ekspor produk turunan.

 

Baca Juga : Viral Modus Pura-pura Tertabrak di Tanah Abang, Ini Pelajaran Penting untuk Pengendara

 

Dampak Ekonomi: Substitusi Impor dan Nilai Tambah

  • Substitusi impor bahan baku petrokimia untuk plastik, serat, kemasan, dan industri turunannya.
  • Efek berantai pada ekosistem industri kimia, logistik, dan manufaktur hilir.
  • Serapan tenaga kerja pada fase konstruksi dan operasional, plus penguatan transfer teknologi.
  • Penerimaan negara/daerah melalui pajak, retribusi, dan multiplier lokal.

Timeline Singkat Proyek

Periode Perkembangan
2016 Inisiasi kompleks naphtha cracker di Cilegon.
2017–2020 Proyek tersendat, hambatan lahan dan perizinan menumpuk.
2020–2021 Negosiasi intensif dan penanganan hambatan oleh Satgas Investasi; dukungan penegakan hukum.
2021–2024 Konstruksi berlanjut, penguatan rantai pasok dan infrastruktur pendukung.
2025 Peresmian dan persiapan operasi komersial terintegrasi.

Kenapa Penting: 30 Tahun Setelah Chandra Asri

Sebelum LINE, tonggak besar petrokimia nasional terjadi di era Chandra Asri sekitar tiga dekade lalu. Kembalinya proyek cracker skala besar ini menandai kebangkitan kapasitas hulu industri kimia Indonesia. Dengan dukungan kebijakan hilirisasi dan kepastian hukum, Indonesia mengejar ketahanan pasokan serta daya saing biaya di kawasan.

Ringkas Manfaat LINE

  • Menambah kapasitas ethylene dan propylene sebagai bahan baku utama industri.
  • Menurunkan biaya logistik karena kedekatan dengan pasar domestik.
  • Mendorong investasi hilir baru pada kemasan, tekstil sintetis, otomotif, dan elektronik.

Pemerintah menempatkan proyek ini sebagai bagian dari agenda hilirisasi sumber daya alam dan reindustrialisasi. Dengan beroperasinya LCI, target penguatan struktur industri nasional diharapkan semakin nyata: dari ketergantungan impor menuju kemandirian pasokan dan nilai tambah di dalam negeri.

Kamis, 6 November 2025 • © 2025 Informasi Harian

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top