Bandung Diguncang 9 Kali Gempa dalam Semalam, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Aktif

Bandung Diguncang 9 Kali Gempa dalam Semalam – Warga Kabupaten Bandung dikejutkan oleh serangkaian gempa bumi yang terjadi secara beruntun pada Kamis dini hari (20/11/2025). Dalam kurun waktu kurang dari dua jam, tercatat sembilan kali gempa mengguncang wilayah selatan Bandung dan sekitarnya. Meski tidak menyebabkan kerusakan, fenomena ini menimbulkan kekhawatiran luas di kalangan masyarakat.
Gempa Terbesar Bermagnitudo 3,4, Terjadi Tengah Malam
Menurut BMKG Wilayah II Tangerang, gempa terbesar terjadi pukul 00.31 WIB dengan kekuatan magnitudo 3,4. Gempa terkecil memiliki magnitudo 1,0 dan tercatat hanya 20 menit setelahnya, pukul 00.50 WIB. Aktivitas seismik ini merupakan susulan dari gempa bermagnitudo 3,1 yang terjadi malam sebelumnya, pada Rabu (19/11) pukul 22.54 WIB.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” jelas Hartanto, Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang.
Getaran Terasa di Sejumlah Wilayah, Masyarakat Panik
Gempa utama tercatat terjadi pada pukul 00.26 WIB dengan magnitudo 3,2. Titik episenter berada di koordinat 7,22 LS dan 107,61 BT, sekitar 23 kilometer tenggara Kabupaten Bandung, dengan kedalaman 10 kilometer.
Baca Juga : Semeru Meletus! 1.156 Warga Mengungsi, 178 Pendaki Terjebak di Ranu Kumbolo
Meski belum ada laporan kerusakan bangunan, warga di beberapa wilayah mengaku panik dan bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
BMKG Imbau Warga Tetap Tenang dan Siaga
BMKG menegaskan bahwa gempa ini merupakan rangkaian dari aktivitas sesar lokal, dan bukan pergerakan lempeng besar seperti di zona subduksi. Meski begitu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
“Kami imbau warga tidak panik dan tidak mempercayai informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Pastikan hanya mendapatkan info resmi dari BMKG melalui kanal resmi,” tegas Hartanto.
Langkah Siaga: Jangan Tunggu Sampai Terlambat
BMKG juga menekankan pentingnya langkah kesiapsiagaan bencana, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa seperti selatan Bandung. Berikut saran mitigasi dari BMKG:
- Periksa struktur rumah dan pastikan tahan gempa.
- Siapkan tas siaga bencana berisi air, makanan darurat, senter, obat-obatan, dan dokumen penting.
- Lakukan latihan evakuasi bersama keluarga.
- Pahami titik kumpul dan jalur evakuasi di lingkungan sekitar.
- Sebarluaskan edukasi tentang gempa ke tetangga dan komunitas lokal.
“Perkuat mitigasi bencana baik struktural maupun kultural. Edukasi masyarakat secara masif penting untuk menekan risiko korban jika gempa besar terjadi,” pungkas Hartanto.
Potensi Gempa di Jawa Barat Perlu Diwaspadai
Wilayah Jawa Barat dikenal memiliki kerentanan gempa tinggi karena banyaknya sesar aktif di kawasan pegunungan dan patahan lokal. Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas gempa meningkat, khususnya di wilayah selatan Bandung, Garut, dan Tasikmalaya.
Rangkaian gempa kecil seperti yang terjadi di Bandung ini sering disebut sebagai foreshock atau pembuka bagi kemungkinan gempa yang lebih besar. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk tidak mengabaikan peringatan dini.
FAQ Seputar Gempa Bandung 20 November 2025
1. Berapa kali gempa terjadi di Bandung pada 20 November 2025?
Tercatat sembilan kali gempa terjadi di wilayah Kabupaten Bandung dalam waktu kurang dari dua jam, dimulai dari pukul 00.26 WIB.
2. Apakah gempa tersebut merusak bangunan?
Sampai saat ini, tidak ada laporan kerusakan dari gempa-gempa tersebut. Namun, getaran dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah.
3. Apa penyebab gempa tersebut?
BMKG mengonfirmasi bahwa gempa disebabkan oleh aktivitas sesar aktif lokal dan termasuk dalam kategori gempa dangkal.
4. Wilayah mana saja yang merasakan getaran?
Getaran terasa paling kuat di Pangalengan, serta dirasakan ringan di Banjaran, Ibun, Kertasari, Pasirjambu, Baleendah, dan Margaasih.
5. Apa yang harus dilakukan masyarakat setelah gempa?
BMKG menyarankan masyarakat untuk tetap tenang, menyiapkan tas siaga, memeriksa kondisi rumah, dan mengikuti informasi resmi dari kanal BMKG seperti website dan aplikasi InfoBMKG.
