IHSG Ditutup Menguat Tipis ke Level 8.235,49, Pergerakan Saham Tetap Fluktuatif

IHSG Ditutup Menguat Tipis ke Level 8.235,49, Pergerakan Saham Tetap Fluktuatif

IHSG Ditutup Menguat Tipis ke Level 8.235,49
IHSG Ditutup Menguat Tipis ke Level 8.235,49

IHSG Ditutup Menguat Tipis ke Level 8.235,49 –  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan Jumat (27/2/2026) dengan penguatan yang sangat tipis setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi. Pada penutupan perdagangan, IHSG tercatat naik 0,22 poin atau 0,003% ke level 8.235,49.

Meski kenaikannya nyaris tak terasa, pergerakan ini menunjukkan pasar masih mencoba bertahan di zona hijau di tengah dinamika transaksi yang cukup aktif. Aktivitas perdagangan juga mencerminkan rotasi yang tetap terjadi di berbagai sektor, dengan saham-saham berkapitalisasi kecil hingga besar sama-sama mencuri perhatian.

Pergerakan Saham: Naik, Turun, dan Stagnan

Pada perdagangan hari ini, komposisi saham di bursa menunjukkan pergerakan yang relatif seimbang:

  • 341 saham menguat
  • 315 saham melemah
  • 163 saham stagnan

Data ini memperlihatkan bahwa pasar tidak bergerak dalam satu arah yang dominan. Meski IHSG berakhir menguat, tekanan jual masih terlihat cukup aktif pada sejumlah saham, sementara sebagian lainnya mampu mempertahankan momentum kenaikan.

Nilai Transaksi dan Aktivitas Perdagangan Bursa

Total nilai transaksi bursa pada perdagangan hari ini mencapai Rp38,24 triliun. Sementara itu, volume perdagangan tercatat sebesar 47,64 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 2,52 juta kali.

 

Baca Juga : Jim Carrey Ungkap Kata-Kata Manis untuk Min Ah saat Hadiri César Awards 2026 di Paris

 

Besarnya nilai dan volume transaksi ini menunjukkan bahwa minat pelaku pasar tetap tinggi, meskipun indeks hanya bergerak tipis. Aktivitas seperti ini biasanya mencerminkan adanya akumulasi, distribusi, dan perputaran modal yang cukup intens di berbagai lapisan saham.

Top Gainers: Saham-Saham yang Mencatat Kenaikan Tertinggi

Beberapa saham berhasil mencatat kenaikan signifikan dan masuk dalam daftar top gainers hari ini:

  • BNBR (Bakrie & Brothers) naik 53 poin atau 32,92% ke 214
  • MSIN (MNC Digital Entertainment) naik 115 poin atau 21,90% ke 640
  • WMUU (Widodo Makmur Unggas) naik 13 poin atau 16,88% ke 90
  • DNAR (Bank Oke Indonesia) naik 22 poin atau 15,94% ke 160
  • GRPH (Griptha Putra Persada) naik 8 poin atau 13,33% ke 68

Kenaikan tajam pada saham-saham ini menunjukkan adanya pergerakan agresif di segmen tertentu, terutama saham dengan volatilitas tinggi yang kerap menjadi perhatian trader jangka pendek.

Top Losers: Saham yang Mengalami Tekanan Terbesar

Di sisi lain, sejumlah saham mengalami koreksi tajam dan masuk dalam daftar top losers:

  • SOTS (Satria Mega Kencana) turun 220 poin atau 14,86% ke 1.260
  • POLI (Pollux Hotels Group) turun 260 poin atau 14,77% ke 1.500
  • JAYA (Armada Berjaya Trans) turun 32 poin atau 14,68% ke 186
  • SKBM (Sekar Bumi) turun 150 poin atau 14,56% ke 880
  • BIPP (Bhuwanatala Indah Permai) turun 15 poin atau 14,42% ke 89

Daftar ini menunjukkan bahwa tekanan jual tetap besar pada beberapa saham, terutama yang bergerak cepat dan sensitif terhadap sentimen pasar harian.

Top Value: Saham dengan Nilai Transaksi Terbesar

Saham-saham dengan nilai transaksi terbesar atau top value pada hari ini didominasi emiten besar dan saham-saham yang aktif diperdagangkan:

  • INDF (Indofood Sukses Makmur) sebesar Rp1,88 triliun
  • BBCA (Bank Central Asia) sebesar Rp1,39 triliun
  • BUMI (Bumi Resources) sebesar Rp1,21 triliun
  • BMRI (Bank Mandiri (Persero)) sebesar Rp1,09 triliun
  • BBRI (Bank Rakyat Indonesia (Persero)) sebesar Rp1,03 triliun

Dominasi saham-saham besar di daftar ini menandakan bahwa likuiditas tetap terkonsentrasi pada emiten utama yang menjadi acuan banyak investor institusi maupun ritel.

Top Volume: Saham dengan Perdagangan Terbanyak

Dari sisi volume, saham-saham berikut mencatat transaksi paling ramai sepanjang hari:

  • GOTO (GoTo Gojek Tokopedia) sebanyak 53,04 juta lembar
  • BNBR (Bakrie & Brothers) sebanyak 50,36 juta lembar
  • BUMI (Bumi Resources) sebanyak 47,69 juta lembar
  • WMUU (Widodo Makmur Unggas) sebanyak 40,15 juta lembar
  • BIPI (Astrindo Nusantara Infrastruktur) sebanyak 17,43 juta lembar

Tingginya volume perdagangan pada saham-saham ini mencerminkan tingginya perhatian pasar, baik dari sisi spekulasi jangka pendek maupun aktivitas transaksi rutin.

Kurs Rupiah Sore Ini Melemah terhadap Dolar AS

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah pada sore hari tercatat melemah ke posisi Rp16.765 per dolar AS. Posisi ini turun 12 poin atau 0,072% dibandingkan harga pembukaan pagi yang berada di level Rp16.753 per dolar AS.

Pelemahan rupiah ini menjadi salah satu sentimen yang patut diperhatikan pelaku pasar, terutama karena pergerakan mata uang sering kali memengaruhi persepsi risiko, arus modal, dan sentimen terhadap pasar saham domestik.

Bursa Asia Pasifik Bergerak Mixed

Secara regional, bursa saham di kawasan Asia Pasifik ditutup bergerak bervariasi atau mixed. Beberapa indeks utama mencatat kenaikan, sementara yang lain berakhir di zona merah.

  • Nikkei 225 (Jepang) turun 0,20% ke 58.606,03
  • Hang Seng (Hong Kong) naik 0,25% ke 26.447,05
  • SSE Composite (China) naik 0,39% ke 4.162,88
  • Straits Times (Singapura) turun 0,13% ke 4.954,87

Pergerakan yang beragam di kawasan menunjukkan bahwa pasar regional masih dibayangi sentimen campuran, sehingga investor domestik juga cenderung bergerak selektif sepanjang perdagangan.

Analisis Singkat: IHSG Bertahan, Tapi Belum Menunjukkan Arah Kuat

Penutupan IHSG yang hanya naik tipis memperlihatkan bahwa pasar masih berada dalam fase menunggu arah yang lebih jelas. Aktivitas transaksi tetap tinggi, tetapi indeks belum menunjukkan dorongan kuat ke atas maupun tekanan turun yang dominan.

Kondisi seperti ini biasanya mencerminkan pasar yang sedang berada dalam fase tarik-ulur antara optimisme dan kehati-hatian. Saham-saham tertentu mampu mencatat lonjakan, tetapi secara indeks, pergerakan masih tertahan tipis.

Kesimpulan

IHSG ditutup menguat sangat tipis ke level 8.235,49 pada perdagangan Jumat (27/2/2026), di tengah pergerakan pasar yang fluktuatif sepanjang hari. Aktivitas bursa tetap ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp38,24 triliun, sementara pergerakan saham menunjukkan kondisi yang relatif seimbang antara penguatan dan pelemahan.

Di tengah kurs rupiah yang melemah dan bursa Asia yang bergerak campuran, pasar saham Indonesia tampak masih bertahan, meski belum menampilkan momentum yang benar-benar kuat. Jadi, ya, indeks naik, tapi nyaris seperti pasar sedang berbisik, bukan berbicara tegas.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top