KPK Gelar OTT di KPP Madya Banjarmasin dan Bea Cukai Jakarta–Lampung, Sita Uang Miliaran serta Logam Mulia 3 Kg

KPK Gelar OTT di KPP Madya Banjarmasin dan Bea Cukai Jakarta–Lampung — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di dua lokasi berbeda, yakni Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, serta kantor Ditjen Bea Cukai yang terkait wilayah Jakarta–Lampung. Dalam rangkaian operasi tersebut, sejumlah orang diamankan dan barang bukti bernilai besar turut disita.
OTT di KPP Madya Banjarmasin Terkait Dugaan Restitusi Pajak
OTT pertama dilakukan di KPP Madya Banjarmasin. KPK menyebut operasi itu terkait dugaan penyimpangan dalam proses restitusi pajak, yaitu mekanisme pengembalian kelebihan pembayaran pajak yang diajukan wajib pajak kepada negara.
Dalam operasi di Banjarmasin, tiga orang diamankan. Salah satunya adalah Kepala KPP Madya Banjarmasin, Mulyono.
KPK mengamankan tiga orang, salah satunya Kepala Kantor KPP Madya Banjarmasin. Para pihak diamankan dan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
OTT di Bea Cukai Jakarta–Lampung, Terkait Kegiatan Importasi
Di hari yang sama, KPK juga melakukan OTT lain yang berkaitan dengan lingkungan Ditjen Bea Cukai di wilayah Jakarta dan Lampung. Sejumlah pihak diamankan, termasuk seorang pejabat setingkat eselon II yang disebut sebagai mantan Direktur Penyidikan dan Penindakan, diamankan di wilayah Lampung.
Menurut keterangan KPK, perkara ini berkaitan dengan kegiatan importasi yang melibatkan pihak swasta. Meski demikian, detail konstruksi perkara dan peran masing-masing pihak masih didalami dalam pemeriksaan.
Barang Bukti: Uang Tunai Miliaran dan Logam Mulia Sekitar 3 Kilogram
KPK menyatakan turut menyita sejumlah barang bukti dari rangkaian OTT tersebut. Barang bukti yang diamankan meliputi:
- Uang tunai dalam mata uang rupiah dan mata uang asing dengan nilai miliaran rupiah
- Logam mulia dengan total sekitar 3 kilogram
Sejumlah pihak yang diamankan disebut sudah berada di Gedung KPK untuk menjalani proses pemeriksaan awal sesuai prosedur.
Apa Makna OTT Ini bagi Pengawasan Pajak dan Impor?
OTT di dua sektor strategis sekaligus, yakni pajak dan kepabeanan, menegaskan bahwa titik rawan penyimpangan sering muncul pada proses yang bernilai tinggi dan kompleks: restitusi serta importasi. Publik biasanya menaruh perhatian besar pada dua hal: konstruksi dugaan perbuatan dan alur transaksi yang menjadi dasar KPK melakukan penindakan.
Baca Juga : Dokumen Epstein Dirilis Jutaan Halaman: DOJ Tutup Tinjauan, Kongres Lanjutkan Penyelidikan, Trump Minta Publik “Move On”
Dalam tahap awal pasca OTT, fokus penyidik umumnya adalah memastikan rangkaian peristiwa, hubungan para pihak, serta validitas barang bukti sebelum menetapkan status hukum lebih lanjut.
FAQ Singkat
Apa itu restitusi pajak?
Restitusi pajak adalah proses pengajuan pengembalian kelebihan pembayaran pajak dari wajib pajak kepada negara, melalui mekanisme pemeriksaan dan verifikasi sesuai ketentuan perpajakan.
OTT KPK biasanya berlanjut ke tahap apa?
Setelah OTT, pihak yang diamankan akan diperiksa intensif. KPK kemudian menentukan status hukum, menyampaikan konstruksi perkara, serta mengumumkan penetapan tersangka jika bukti awal dinilai cukup.
Apa keterkaitan OTT Bea Cukai dengan importasi?
KPK menyebut OTT tersebut terkait kegiatan importasi yang melibatkan pihak swasta, namun rincian peristiwa dan peran pihak-pihak terkait masih didalami dalam proses pemeriksaan.
Catatan: Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan keterangan awal yang disampaikan pihak KPK. Detail lanjutan biasanya akan dijelaskan resmi setelah pemeriksaan dan penetapan status perkara diumumkan.
