Mike Tyson vs Floyd Mayweather “Stumble in the Jungle” Dikabarkan Sepakat Digelar 25 April di DR Kongo

Mike Tyson vs Floyd Mayweather – Dua nama paling besar dalam sejarah tinju, Mike Tyson dan Floyd Mayweather, kembali jadi pusat perhatian setelah kabar terbaru menyebut keduanya telah menyepakati secara tentatif untuk bertemu dalam laga ekshibisi bertajuk “Stumble in the Jungle” pada 25 April di Democratic Republic of Congo (DR Kongo).
Jika benar terlaksana, duel ini akan menjadi salah satu event tinju paling “mustahil tapi terjadi” di era modern: Mayweather si maestro teknik tak terkalahkan, melawan Tyson sang legenda kelas berat yang identik dengan ledakan kekuatan.
Kenapa Pertarungan Ini Jadi Sorotan Dunia?
Selain faktor dua ikon lintas generasi, lokasi duel juga punya nilai simbolik besar. DR Kongo (dulunya Zaire) pernah menjadi panggung duel legendaris “Rumble in the Jungle” antara Muhammad Ali vs George Foreman pada 1974.
Baca Juga : Hukum Salat Tarawih dan Witir di Bulan Ramadan 1447 H: Wajib atau Sunnah?
Status Pertandingan: Ekshibisi, Bukan Laga Rekor Resmi
Poin penting yang wajib dipahami: pertandingan ini dikabarkan berformat ekshibisi. Artinya, duel ini umumnya tidak memengaruhi rekor profesional, termasuk catatan 50-0 Mayweather yang selama ini jadi “mahkota” kariernya.
Namun, jangan salah: meski ekshibisi, intensitas tetap bisa serius, terutama karena:
- Nama besar keduanya menuntut penampilan yang tidak memalukan.
- Ekspektasi publik terhadap momen-momen ikonik (knockdown, adu strategi, hingga drama).
- Nilai komersial event yang biasanya sejalan dengan “aksi” yang dijual.
Profil Singkat Tyson dan Mayweather
Mike Tyson (59 tahun)
Tyson adalah mantan juara dunia kelas berat dengan daya tarik yang nyaris tidak pernah padam. Setelah laga besar melawan Jake Paul yang disiarkan Netflix pada November 2024, Tyson kembali mengarahkan fokus pada duel menghadapi Mayweather dan menegaskan bahwa pertarungan ini benar-benar mengarah ke realisasi.
Floyd Mayweather (48 tahun)
Mayweather, juara dunia lima divisi yang pernah bertanding hingga batas 154 pound, dikenal sebagai petinju dengan disiplin defensif elite dan kemampuan membaca lawan di level tertinggi. Sejak pensiun (2017), ia aktif menggelar sejumlah ekshibisi, termasuk laga yang membuat namanya tetap relevan di era hiburan olahraga modern.
Detail Teknis yang Masih Jadi Tanda Tanya
Meski kabar duel menguat, masih ada sejumlah detail yang belum sepenuhnya jelas, terutama yang biasanya menentukan “bentuk” pertarungan:
- Batas berat badan (weight limit): Mayweather dan Tyson berasal dari kelas berbeda ekstrem, sehingga aturan berat sangat krusial.
- Durasi ronde dan aturan ekshibisi: berapa ronde, apakah ada headgear, dan bagaimana penilaian jika tidak ada KO.
- Status “tentatif”: event besar seperti ini sering berubah terkait venue, promotor, dan struktur bisnis.
Faktor-faktor itu akan menentukan apakah duel ini lebih condong ke “show” atau benar-benar menghadirkan ketegangan kompetitif.
Kenapa Matchup Ini Terasa “Ganjil” Tapi Masuk Akal?
Secara teknis, matchup ini memang tidak lazim: Mayweather adalah petinju yang menang lewat kontrol jarak, timing, dan defensif, sedangkan Tyson adalah ikon agresi jarak dekat dengan kekuatan kelas berat.
Tapi justru karena itu, duel ini menarik. Di ekshibisi, publik tidak cuma mencari skor, melainkan mencari:
- momen viral yang “bernilai sejarah”,
- narasi nostalgia,
- dan pembuktian ego dua legenda.
Mayweather sendiri menegaskan setiap langkahnya harus “besar dan legendaris”, sementara Tyson menyebut era tinju sekarang memasuki fase yang semakin tak terduga.
FAQ Singkat: Tyson vs Mayweather di DR Kongo
Kapan jadwal pertarungan Tyson vs Mayweather?
Dikabarkan digelar 25 April (masih bersifat tentatif).
Di mana lokasi pertandingannya?
Disebut akan berlangsung di Democratic Republic of Congo, mengusung tema “Stumble in the Jungle”.
Apakah ini pertandingan resmi?
Kabarnya ekshibisi, sehingga umumnya tidak memengaruhi rekor profesional.
Apa yang paling dinantikan dari duel ini?
Pertarungan dua legenda lintas generasi, nilai historis “kembali ke Afrika”, serta pertanyaan besar: apakah ini akan jadi pamer teknik Mayweather, atau Tyson masih punya “ledakan” yang membuat dunia menahan napas?
