Paramount Hidupkan Kembali Rush Hour 4 — Laporan Sebut Ada Dorongan dari Donald Trump
Jakarta — 26 November 2025

Paramount Hidupkan Kembali Rush Hour 4 – Franchise legendaris “Rush Hour” akhirnya resmi dihidupkan kembali.
Menurut laporan sejumlah media Amerika, termasuk Puck News,
Paramount Skydance telah memastikan pendanaan untuk
Rush Hour 4 dan mencapai kesepakatan distribusi dengan
Warner Bros. Discovery, yang sebelumnya memegang hak franchise ini
melalui label New Line Cinema.
Yang membuat proyek ini semakin menarik perhatian, laporan investigatif Matthew Belloni
dari Puck menyebut bahwa keputusan Paramount untuk melanjutkan produksi
dilakukan setelah adanya “dorongan dari Presiden Donald Trump”
yang disebut mewakili sutradara Brett Ratner.
Informasi ini belum dikonfirmasi oleh Paramount, Warner Bros., maupun pihak Gedung Putih.
Baca Juga : PT Chandra Daya Investasi (CDIA) Melejit: Laba Naik Tajam, Logistik Jadi Andalan, dan PLTS 4,7 MWp Resmi Beroperasi
Proyek yang Lama Tertunda
“Rush Hour 4” sebenarnya sudah berkali-kali diajukan di Hollywood, namun studio-studio
enggan menyentuh proyek tersebut karena keterlibatan Brett Ratner yang reputasinya
jatuh sejak 2017 setelah muncul tuduhan dugaan pelecehan seksual.
Ratner menolak seluruh tuduhan tersebut dan tidak pernah didakwa.
Laporan Puck menyebutkan bahwa dorongan politik tersebut ikut memengaruhi keputusan studio.
Ratner sebelumnya juga dipercaya untuk menyutradarai
dokumenter tentang Melania Trump untuk
Amazon Prime Video — proyek yang kabarnya bernilai
sekitar USD 40 juta.
Skema Bisnis Rush Hour 4
Menurut Variety, Paramount akan menerima
biaya distribusi flat untuk perilisan film di bioskop.
Sementara itu, Warner Bros. akan mendapatkan persentase pendapatan box office sebelum
para investor memulihkan dana produksi.
Franchise Rush Hour sebelumnya adalah salah satu waralaba tersukses di era 2000-an,
dengan tiga film pertamanya meraup lebih dari USD 850 juta di seluruh dunia,
serta membuat Jackie Chan dan Chris Tucker menjadi ikon dunia
film aksi-komedi.
Tantangan Baru: Landscape Bioskop Sudah Berubah
Menghidupkan kembali Rush Hour bukan tanpa risiko.
Komedi aksi bukan lagi genre yang mendominasi box office pasca-pandemi.
Selain itu, kondisi kedua bintang utamanya pun ikut menjadi sorotan:
- Jackie Chan kini berusia 71 tahun dan sudah jarang mengambil proyek besar Hollywood.
- Chris Tucker terakhir menjadi pemeran utama film besar pada 2007.
Meski demikian, laporan yang beredar menyebut bahwa kedua bintang utama diperkirakan
akan kembali untuk Rush Hour 4.
Trump dan Hollywood: Hubungan yang Selalu Penuh Kontroversi
Dorongan Donald Trump dalam proyek ini menjadi sorotan tersendiri.
Sejak kembali menjabat, Trump disebut beberapa kali mencoba memperluas pengaruhnya ke
dunia hiburan. Ia diyakini mengandalkan nama-nama seperti
Sylvester Stallone, Jon Voight, dan
Mel Gibson sebagai “duta budaya”.
Trump pun secara terbuka berulang kali menyebut bahwa ia ingin melihat industri film
Amerika kembali ke apa yang ia sebut sebagai
“classical masculinity” — gaya film yang menonjolkan aksi, keberanian,
dan heroisme tradisional.
Paramount Skydance dan Perebutan Warner Bros
Kebangkitan Rush Hour bertepatan dengan ambisi besar
Paramount Skydance yang menargetkan memproduksi 15 film pada 2026
dan hingga 18 film pada 2028.
Pada saat yang sama, industri hiburan sedang berada dalam fase krusial.
Menurut laporan CNBC, tiga raksasa —
Paramount Skydance, Comcast (NBCUniversal),
dan Netflix — telah mengajukan penawaran tahap awal
untuk mengakuisisi Warner Bros. Discovery.
Portofolio Warner Bros mencakup waralaba raksasa seperti:
- DC Universe
- Harry Potter
- The Conjuring Universe
- Looney Tunes
Penjualan diprediksi akan rampung pada pertengahan hingga akhir Desember 2025.
Apa Artinya untuk Rush Hour 4?
Jika Warner Bros berganti kepemilikan, masa depan distribusi Rush Hour 4 mungkin bisa berubah.
Namun untuk saat ini, proyek blockbuster tersebut akhirnya bergerak maju setelah
hampir dua dekade tertahan.
Akankah Rush Hour 4 Mengulang Kejayaan?
Tantangannya jelas besar: perubahan selera penonton, kompetisi layanan streaming,
dan kondisi industri film pasca-pandemi. Namun Rush Hour masih memiliki basis fans global
yang kuat — terutama di Asia dan Amerika Utara.
Kini pertanyaannya tinggal satu:
mampukah Jackie Chan dan Chris Tucker menghadirkan kembali keajaiban klasik Rush Hour?
