Pemakaman Epy Kusnandar di Jeruk Purut: Tangis Pecah Saat Karina Ranau Lepas Kepergian Sang Suami

Pemakaman Epy Kusnandar di Jeruk Purut: Tangis Pecah Saat Karina Ranau Lepas Kepergian Sang Suami

Informasiharian.com | Kamis, 4 Desember 2025

Pemakaman Epy Kusnandar di Jeruk Purut
Pemakaman Epy Kusnandar di Jeruk Purut
Informasiharian.com – Suasana haru menyelimuti TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada Kamis (4/12/2025) pagi. Ratusan pelayat dari berbagai kalangan hadir memberikan penghormatan terakhir kepada aktor senior Epy Kusnandar, sosok yang melekat kuat di hati publik lewat perannya sebagai Kang Mus dalam serial fenomenal Preman Pensiun.Jenazah tiba di TPU sekitar pukul 08.05 WIB. Sang istri, Karina Ranau, terlihat memeluk erat foto mendiang suaminya, mencoba tegar berdiri di tengah duka yang menyayat. Namun tangis tak bisa dibendung ketika prosesi pemakaman dimulai.

Perpisahan Penuh Air Mata dari Karina Ranau

Di hadapan keluarga, sahabat, pemain Preman Pensiun, dan para penggemar, Karina menyampaikan salam perpisahan yang mengguncang hati siapa pun yang mendengarnya.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang orang yang kami cintai, suami, ayah, bapak, kemarin pukul 02.30 siang,” ucap Karina dengan suara bergetar.

Ia lalu memohon doa agar perjalanan suaminya menuju alam kekal diberikan kemudahan, serta meminta maaf atas segala kesalahan almarhum selama hidup.

“Atas nama keluarga, saya mohon dibukakan pintu maaf selebar-lebarnya agar perjalanan beliau ke surga Allah diberi kelancaran.”

Terima Kasih Untuk Aris Nugraha: “Kang Mus Akan Selalu Dikenang”

Karina secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Aris Nugraha, kreator Preman Pensiun yang berjasa besar mengangkat nama Epy Kusnandar ke puncak popularitas.

“Namanya sangat harum. Semua orang mengenal kebaikannya. Beliau pernah berkata, ‘Aku ingin jadi Epy Kusnandar, Bun, tapi gak bisa. Semua orang mengenal aku Kang Mus. Bisa gak aku jadi manusia, seperti manusia biasa?'” kenang Karina.

Ia juga mengungkap pesan misterius Epy kepada Aris tiga hari sebelum berpulang—aura yang kini baru terasa maknanya bagi keluarga.

Keinginan Terakhir yang Tak Terwujud

Karina menuturkan bahwa sebelum wafat, suaminya sempat ingin bepergian ke Yogyakarta. Namun kondisi fisik yang terus menurun membuat niat itu tak bisa terlaksana.

“Papi ingin berangkat ke Yogya, tapi fisiknya tidak kuat. Mohon diikhlaskan,” ujar Karina sambil menahan tangis.

Keluarga Berusaha Tegar: Quentin Setia Mendampingi Ibunya

Putra mereka, Quentin Stanislavski Kusnandar, terlihat memegang tangan ibunya sepanjang prosesi. Beberapa kali ia membantu Karina berdiri ketika sang ibu tak kuat menahan tangis saat jenazah Epy diturunkan ke liang lahat.

 

Baca Juga : Siapa Pemilik Toba Pulp Lestari (INRU)? Ini Profil dan Klarifikasi Terkait Banjir Sumatra

 

Rekan Sejawat Hadir Memberi Penghormatan

Sejumlah aktor senior ikut hadir memberikan penghormatan terakhir, di antaranya:

  • Tyo Pakusadewo
  • Eza Yayang
  • Kang Komar (Komarudin Hidayat)

Kehadiran mereka memperlihatkan besarnya penghargaan dan cinta terhadap sosok Epy, yang dikenal rendah hati, total dalam berkarya, dan selalu menghargai siapa pun di lokasi syuting.

Warisan dan Jejak Karya Epy Kusnandar

Dalam industri hiburan Indonesia, nama Epy Kusnandar bukan sekadar pemeran Kang Mus. Ia adalah aktor teater, film, dan televisi dengan puluhan karya, serta sosok yang disegani karena dedikasi dan kerja kerasnya.

Beberapa karya yang melejitkan namanya antara lain:

  • Preman Pensiun (Aris Nugraha)
  • Keramat
  • Get Married
  • Bajaj Bajuri (versi FTV dan film)
  • Sinetron Para Pencari Tuhan

Perannya sebagai Kang Mus—sosok preman insaf yang lucu, apa adanya, dan penuh nilai moral—akan terus dikenang sebagai salah satu karakter lokal paling ikonik dekade ini.

Penutup: Kepergian yang Menggetarkan Industri Hiburan

Kepergian Epy Kusnandar tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga meninggalkan ruang kosong di dunia seni peran Indonesia. Dari panggung teater hingga layar kaca, kontribusinya membekas kuat.

Ratusan pelayat yang hadir pagi itu adalah bukti nyata betapa banyak hati yang disentuh oleh sosok dan karya almarhum.

Selamat jalan, Kang Mus. Nama dan kebaikanmu tetap hidup di hati penonton Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top