PT Chandra Daya Investasi (CDIA) Melejit: Laba Naik Tajam, Logistik Jadi Andalan, dan PLTS 4,7 MWp Resmi Beroperasi

PT Chandra Daya Investasi (CDIA) Melejit — PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), emiten baru milik konglomerat Prajogo Pangestu, semakin menjadi sorotan pelaku pasar setelah Henan Putih Sekuritas merilis riset mendalam mengenai fundamental dan prospek bisnisnya. Sejak resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2025, anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) itu menunjukkan performa yang jauh lebih kuat dibanding tahun sebelumnya.
Kinerja CDIA kini ditopang oleh pertumbuhan eksplosif segmen logistik dan ekspansi agresif di sektor energi bersih. Kombinasi dua pilar bisnis inilah yang membuat banyak analis mulai menempatkan CDIA sebagai salah satu emiten infrastruktur paling prospektif untuk jangka panjang.
Kinerja Pendapatan CDIA Melonjak 42%, Logistik Jadi Bintang Baru
Dalam riset terbarunya, Henan Putih Sekuritas menegaskan bahwa CDIA tengah berada dalam momentum pertumbuhan yang sangat kuat. Sepanjang Januari–September 2025, CDIA membukukan pendapatan sebesar US$ 104,8 juta, naik 42% dari periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga : Paramount Hidupkan Kembali Rush Hour 4 — Laporan Sebut Ada Dorongan dari Donald Trump
Pangsa pendapatan logistik pun meningkat drastis dari 2,5% menjadi 23,5%. Dengan margin jauh lebih tinggi dibanding segmen lain, logistik resmi menjadi motor pertumbuhan CDIA.
Laba Melejit, Margin Menggembung
Kinerja bottom-line CDIA tak kalah impresif. Margin laba kotor meningkat dari 10,4% menjadi 22,9%, mencerminkan:
- leverage operasional yang kian optimal,
- pergeseran pendapatan menuju segmen high-margin,
- efisiensi biaya yang semakin terjaga.
Hasilnya, laba inti CDIA mencapai US$ 38,1 juta atau tumbuh 80,5% year-on-year. Angka ini sudah mencapai 76,3% dari target full-year Henan Putih Sekuritas.
Struktur Keuangan Sangat Sehat: DER 0,26x, Current Ratio 13,68x
CDIA juga dinilai menjaga struktur keuangan yang sangat solid. Riset Henan Putih Sekuritas menyoroti bahwa rasio Debt-to-Equity (DER) di level 0,26x — jauh di bawah covenant maksimal 0,75x.
Sementara current ratio mencapai 13,68x, sebuah angka sangat tinggi yang menunjukkan likuiditas CDIA dalam posisi super aman. Dengan modal kerja yang lapang, ekspansi agresif CDIA dinilai akan berjalan mulus dalam beberapa tahun ke depan.
Ekspansi Besar di Pilar Logistik: Cold Chain & Armada Baru
Untuk memperkuat lini logistik, CDIA melalui entitas PT Chandra Cold Chain (CCC) meluncurkan fasilitas cold storage modern berkapasitas 700 pallet.
Selain itu, perusahaan menambah:
- armada kapal baru,
- armada truk distribusi,
- layanan transportasi terintegrasi skala nasional.
Henan Putih Sekuritas memperkirakan tingginya margin segmen logistik akan terus mengerek keseluruhan profitabilitas CDIA dalam jangka menengah.
Direkomendasikan “Buy” oleh Henan Putih Sekuritas
Melihat fundamental kuat dan prospek ekspansi yang jelas, Henan Putih Sekuritas resmi memberikan rekomendasi BUY untuk saham CDIA dengan target harga Rp 2.430.
Target tersebut mencerminkan alpha 23,5% dari benchmark HPS kuartal ketiga 2025.
CDIA Resmi Mengoperasikan PLTS 4,7 MWp — Total Kapasitas Energi Hijau 11 MWp
Kabar menarik lainnya datang dari lini energi. Melalui anak usaha PT Krakatau Chandra Energi (KCE), CDIA telah meresmikan pengoperasian PLTS berkapasitas 4,7 MWp per 17 November 2025.
PLTS ini dibangun di lahan 5 hektare di Kawasan Industri Krakatau, Cilegon, Banten, dan kini menambah total kapasitas energi hijau CDI Group menjadi 11 MWp.
Fransiskus Ruly Aryawan, Presiden Direktur CDI Group, menyebut fasilitas baru ini sebagai langkah penting dalam transisi energi industri Indonesia.
“Pengoperasian PLTS ini menegaskan komitmen CDI Group dalam menghadirkan energi yang lebih efisien, bersih, dan berkelanjutan bagi sektor industri nasional,” ujarnya.
PLTS 4,7 MWp tersebut mampu mengurangi emisi karbon hingga 5.086,74 ton CO₂eq per tahun, setara dengan serapan lebih dari 243.000 pohon.
CDIA juga menggunakan teknologi panel surya dan inverter berstandar internasional untuk memastikan efisiensi jangka panjang.
Arah Bisnis CDIA: Logistik + Energi Hijau = Mesin Pertumbuhan Jangka Panjang
Bagi investor, CDIA menawarkan dua pilar pertumbuhan yang sangat atraktif:
- Logistik — margin tinggi, permintaan meningkat, ekspansi agresif.
- Energi baru terbarukan (EBT) — potensi recurring income besar, sejalan dengan transisi energi nasional.
