Siapa Pemilik Toba Pulp Lestari (INRU)? Ini Profil dan Klarifikasi Terkait Banjir Sumatra
Informasiharian.com | Kamis, 4 Desember 2025

Sejarah dan Transformasi: Dari Indorayon ke Toba Pulp Lestari
Toba Pulp Lestari dulunya dikenal sebagai PT Inti Indorayon Utama Tbk, didirikan pada 26 April 1983 oleh Sukanto Tanoto, salah satu taipan industri kehutanan dan pulp asal Indonesia. Perusahaan ini bergerak di bidang produksi bubur kertas (pulp) dan serat rayon berbasis kayu dari kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI).
Pada tahun 1990, perusahaan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham INRU.
Namun, jejak bisnis Indorayon tak lepas dari kontroversi. Sejak 1990-an, perusahaan kerap dituduh terlibat deforestasi, pencemaran sungai, konflik agraria, serta dampak kesehatan masyarakat. Penolakan masyarakat lokal berujung pada penutupan pabrik oleh Presiden BJ Habibie pada 1999. Operasional sempat dibuka kembali pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), namun dengan pembatasan produksi.
Pada tahun 2000, nama perusahaan resmi berubah menjadi PT Toba Pulp Lestari Tbk, menandai babak baru kepemilikan dan manajemen.
Siapa Pemilik Toba Pulp Lestari Saat Ini?
Meski pendirinya adalah Sukanto Tanoto, pemilik Royal Golden Eagle (RGE), data resmi terbaru menyebut bahwa saham mayoritas INRU kini dikuasai oleh perusahaan asing.
- Allied Hill Limited (berbasis di Hong Kong): 92,54%
- Publik: 7,46%
Allied Hill sendiri merupakan anak usaha dari Everpro Investments Limited, yang dimiliki oleh Joseph Oetomo, seorang pengusaha yang tidak asing dalam dunia investasi energi dan kehutanan.
Baca Juga : Pemakaman Epy Kusnandar di Jeruk Purut: Tangis Pecah Saat Karina Ranau Lepas Kepergian Sang Suami
Klarifikasi Resmi INRU Terkait Tudingan Banjir Sumatra
Pada 1 Desember 2025, melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), pihak manajemen INRU mengeluarkan pernyataan resmi membantah tuduhan sebagai penyebab bencana alam di Sumatra. Anwar Lawden, selaku Corporate Secretary, menjelaskan bahwa seluruh operasional perusahaan dilakukan dengan standar prosedur ketat.
“Perseroan dengan tegas membantah tuduhan bahwa operasional menjadi penyebab bencana ekologi,” ujar Anwar.
Ia menegaskan bahwa INRU:
- Melakukan pemantauan lingkungan rutin bekerja sama dengan lembaga independen tersertifikasi.
- Menerapkan standar High Conservation Value (HCV) dan High Carbon Stock (HCS).
- Dari 167.912 hektare lahan konsesi, hanya sekitar 46.000 hektare digunakan untuk budidaya eucalyptus.
- Sisanya dialokasikan untuk kawasan lindung dan konservasi.
Pemeriksaan lingkungan menyeluruh dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2022–2023 juga disebut tidak menemukan pelanggaran terhadap regulasi lingkungan maupun sosial.
Isu Deforestasi dan Penanaman Kembali
Mengenai tudingan deforestasi masif, INRU menegaskan bahwa proses penebangan dan penanaman ulang dilakukan sepenuhnya berdasarkan Rencana Kerja Umum (RKU) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang telah disetujui oleh pemerintah.
“Seluruh kegiatan pemanenan dan reboisasi dilakukan di dalam konsesi sah dan sesuai tata ruang,” tegas Anwar.
Catatan Kritis dan Respons Publik
Meskipun bantahan resmi telah dirilis, sejumlah aktivis lingkungan dan organisasi masyarakat sipil masih mendesak agar audit independen dilakukan secara transparan dan terbuka kepada publik.
Bencana yang menewaskan lebih dari 600 jiwa dan memaksa ribuan warga mengungsi memang bukan hal yang bisa diabaikan. Pemerintah dan regulator kini dihadapkan pada tekanan besar untuk meninjau ulang seluruh izin HTI, termasuk yang dimiliki INRU.
Kesimpulan
PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) adalah perusahaan yang memiliki sejarah panjang dalam industri pulp Indonesia. Kini dimiliki oleh entitas luar negeri, perusahaan ini membantah semua tuduhan sebagai penyebab banjir dan longsor di Sumatra. Meski demikian, isu lingkungan tetap menjadi tantangan utama bagi INRU dan perusahaan kehutanan lainnya ke depan.
Pengawasan ketat dari pemerintah, keterlibatan publik, dan transparansi mutlak dibutuhkan untuk menjawab kecurigaan yang timbul dari rekam jejak panjang yang penuh dinamika.
