Trump Klaim Maduro Ditangkap di Caracas: Operasi Delta Force Picu Krisis Baru AS–Venezuela

mengumumkan bahwa Nicolás Maduro telah ditangkap dalam operasi yang disebut melibatkan Delta Force,
unit misi khusus militer AS yang dikenal sangat tertutup.Dari sisi Venezuela, narasi yang muncul berkebalikan total. Pemerintah Caracas menyebut penangkapan itu sebagai tindakan “penculikan”
terhadap presiden yang sedang menjabat. Perang istilah ini bukan sekadar drama kata-kata: dampaknya bisa merembet ke legitimasi politik,
respons keamanan domestik, hingga hubungan diplomatik Amerika Latin dengan Washington.
Kronologi Singkat: Klaim Operasi “Absolute Resolve” dan Penahanan di AS
Menurut pernyataan pihak AS, penangkapan Maduro terjadi pada Sabtu (3/1/2026) pagi waktu setempat di Caracas.
Operasi itu disebut telah dipersiapkan berbulan-bulan dan melibatkan koordinasi lintas lembaga, termasuk unsur intelijen.
Trump menyebut operasi berjalan tanpa korban jiwa dari pihak pasukan AS, meski ada laporan korban luka.
Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dilaporkan dibawa keluar dari Venezuela dan kemudian tiba di wilayah New York,
dengan penyebutan lokasi transit di Stewart Air National Guard Base. Mereka juga disebut akan ditempatkan di fasilitas tahanan federal,
termasuk opsi Metropolitan Detention Center di Brooklyn.
Baca Juga : Roberto Carlos Pulih Usai Prosedur Medis Preventif, Tegaskan Kondisi Stabil dan Bukan Serangan Jantung
AS menyebutnya sebagai operasi penegakan dan keamanan berskala besar. Venezuela menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan negara dan penculikan.
Dua klaim ini menempatkan dunia pada satu pertanyaan utama: apa konsekuensi politik dan hukum internasional berikutnya?
Peran Intelijen dan Militer: Mengapa Operasi Ini Jadi Sorotan
Operasi yang dikaitkan dengan CIA dan Delta Force otomatis menjadi headline, karena jarang sekali
penangkapan pemimpin negara terjadi lewat operasi militer langsung. Dari pihak AS, pejabat militer tingkat tinggi disebut memberi keterangan bahwa
misi ini direncanakan dan dilatih intensif. Nama Jenderal Dan Caine (Kepala Staf Gabungan AS) juga disebut dalam penjelasan terkait perencanaan.
Di sisi lain, transparansi informasi justru menjadi masalahnya. Detail operasional yang beredar membuat publik global bertanya:
ini murni operasi penangkapan, atau awal dari babak baru intervensi yang lebih luas?
Pertanyaan itu makin tajam karena Trump juga melontarkan pernyataan bahwa AS akan “mengelola” Venezuela untuk sementara waktu dalam masa transisi.
Apa Itu Delta Force dan Mengapa Namanya Selalu Meledak di Berita
Delta Force dikenal sebagai salah satu unit operasi khusus paling elite milik Angkatan Darat Amerika Serikat.
Unit ini sering dikaitkan dengan misi berisiko tinggi seperti kontra-terorisme, penyelamatan sandera,
hingga operasi terhadap target bernilai tinggi. Karena sifatnya yang sangat rahasia, keterlibatan Delta Force biasanya jarang diakui secara rinci.
- Fungsi utama: operasi khusus berisiko tinggi (kontra-terorisme, penyelamatan sandera, target bernilai tinggi)
- Karakter operasi: kerahasiaan ketat, pengakuan publik biasanya minim
- Riwayat yang kerap disebut: operasi terkait tokoh ekstremis, misi di Timur Tengah, serta operasi penangkapan target besar
Karena reputasinya, setiap kali Delta Force disebut, narasi publik langsung berubah dari “berita luar negeri” menjadi “krisis internasional”.
Risiko Terbesar: Krisis Legitimasi, Eskalasi, dan Reaksi Dunia
Di dalam Venezuela, konsekuensi yang paling cepat terlihat biasanya adalah perebutan narasi: siapa yang sah memegang kendali,
bagaimana militer dan institusi negara merespons, dan apakah ada figur yang mengklaim kepemimpinan sementara.
Dalam situasi seperti ini, stabilitas bisa sangat rapuh, apalagi bila muncul demonstrasi, pemogokan, atau respons keamanan yang keras.
Di level internasional, langkah AS ini berpotensi memicu gelombang kecaman dari negara-negara yang memegang prinsip kedaulatan kuat,
sekaligus memancing dukungan dari pihak yang memandang Maduro sebagai simbol problem politik Venezuela. Dampak berikutnya juga bisa menyentuh
sektor energi, karena Venezuela adalah pemain penting dalam isu minyak dan pasokan energi.
Dari Caracas ke New York: Babak Hukum yang Bisa Panjang
Jika proses hukum benar-benar berjalan di pengadilan federal AS, kasus ini akan bergerak dari ranah militer dan diplomatik ke arena legal.
Itu berarti ada dua jalur yang berjalan bersamaan: proses peradilan di AS dan tekanan politik internasional
terkait legitimasi penangkapan kepala negara.
Satu hal yang jelas: ini bukan berita “heboh sehari lalu selesai”. Penangkapan Nicolás Maduro dalam operasi militer AS, dengan semua klaim dan bantahannya,
adalah pemantik krisis yang bisa berdampak panjang pada hubungan AS–Venezuela, stabilitas kawasan Amerika Latin,
dan peta diplomasi global di awal 2026.
